Monday, April 7, 2014

rahasia penciptaan bumi

12:57 AM


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
 
Salam persaudaraan islam buat saudaraku sekalian.. Alhamdulillah kita masih diberi kesehatan dan kesempatan oleh Allah Swt. sehingga masih bisa merasakan nikmat Allah hingga saat sekarang ini. Setelah Allah menciptakan semua infrastuktur kehidupan manusia sejak laukhul makhfudz hingga malaikat yang tak terhitung jumlahnya, Allah memulai menciptakan langit dan bumi. Membicarakan tata cara Allah menciptakan langit dan bumi, tentu saja sangat bekaitan dengan teori ilmu pengetahuan mengungkap bagaimana terjadinya langit dan bumi. Suatu kebetulan teori big bang yang di utarakan oleh Kant-Laplace senada dengan Al-Qur’an, atau sebenarnya Kant-Laplace, dua orang ini membaca Al-Qur’an sebagai referensi untuk mengemukakan teorinya. Teori big bang itu dikemukakan dan dipertahankan disertasinya pada tahun 1796, sedangkan Al-Qur’an telah ada lebih dari satu milenium sebelumnya. Banyak sebenarnya para penemu itu hanya dengan mengkaji Al-Qur’an lalu mengemukakan suatu teori dan diakui bahwa teori itu penemuanya. Kalau kemungkinan ini benar dan lebih masuk akal, maka teori Kant-Laplace ini sepatutnya dijuluki dengan teori Al-Qur’an. Setujuuuuu.......??????
Kebetulan pada tahun itu kondisi umat isalam sedang jatuh setelah kekalahanya di Andalusia hingga tidak ada yang mengoreksi tentang temuannya itu. Kekalahan itu membuat buku-buku atau kitab-kitab diangkut dan dimiliki oleh Barat. Saat penemuan teori itu umat islam memang sedang terjajah oleh bangsa barat yang sedang mengembangkan sayapnya menguasai dunia timur.
Saat pertama Allah menuju penciptaan langit dan bumi, Allah menciptakan cikal bakalnya berupa kabut atau asap. Proses terjadinya bumi dan langit bermula pada perputaran asap yang berbentuk gas yang semakin padat dan saling merapat hingga terjadi ledakan besar. Ledakan itu mengakibatkan terjadinya partikel-partikel yang lebih kecil yang nantinya menjadi bntang-bintang, planet-planet yang berkumpul dalam galaksi-galaksi. Sejak ledakan besar itu waktu telah dimulai dari nol dan bergerak sesuai dengan pergerakan cahaya yang ditimbulkan dari ledakan itu. Hingga gugusan galaksi, nebula, dan sebagainya telah bergerak pada keteraturan sesuai dengan perintah Allah, semua itu terjadi dalam dua masa.
Apa yang terjadi pada bumi dalam dua masa pertama itu? Untuk planet-planet lain, intinya padam hingga tinggal tanah yang beku, sedangkan bumi saat itu berupa pijaran inti bumi yang menyala seperti matahari yang memancarkan cahaya dan panas. Inti bumi ini terus menyala hingga sekarang, terbukti dengan adanya lahar yang keluar dari gunung berapi saat meletus. Permukaan bumi tidak beku karena pijaran lava bumi itu mencapai suhu diatas 5.000 0C. Bumi merupaka kejadian yang unik, kulitnya beku, tetapi intinya menyala. Lalu apa yang terjadi dengan keganjilan ini? Jawabannya adalah firman Allah “Dan di antara tanda-tanda-Nya (ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, Maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan yang menghidupkannya, pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Fush-shilat ayat 39).
Bumi saat itu diam tidak bergerak, dan berpijar seperti matahari yang mempunyai energi panas. Lalu Allah menurunkan air yang berasal dari bawah Arsy dengan ukuran yang tepat hingga menutupi bumi.Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan Sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.”( Al-Mu’minuun ayat 18). Pijaran lava yang amat panas itu ketika ditimpa air yang sangat banyak menimbulkan ledakan-ledakan dahsyat dan batas antara lava dengan air itu akhirnya menjadi kerak bumi yang amat keras. Ledakan-ledakan itulah yang menjadikan kerak muncul menembus air yang akhirnya menjadi pulau atau gunung. Kerak bumi yang terlalu tebal dan tidak cukup kuat menembus air menjadi kantong tempat air menetap yang disebut laut atau samudera. Ledakan akibat bertemunya air dan permukaan bumi yang berupa lava yang amat besar dan serentak ini menyebabkan bumi bergerak yang disebut dengan rotasi dan revolusi mengelilingi matahari. Sementara itu Allahpun meniupkan angin ke bumi sebagai dasar dari mulainya ada kehidupan. Akibat dari rotasi yang berkepanjangan dengan kecepatan yang tetap akhirnya menimbulkan listrik statis yang melingkupi bumi. Listrik statis itu menimbulkan medan magnet yang menarik benda-benda yang berada dalam jangkauannya, gaya tarik bumi ini lalu disebut orang dengan nama gravitasi.
Mari kita lihat lagi surah Fush-shilat ayat 10 “ Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.”. Dalam tahap kedua penciptaan bumi, ayat tersebut menyebut Allah menciptakan gunung-gunung yang kokoh diatasnya. Pertanyaannya bagaimana Allah menciptakannya? Banyak orang berpendapat bahwa gunung terjadi akibat lava yang mendorong kerak bumi diatasnya seperti yang telah disebutkan di atas. Tempat jebolnya kerak itu tentu menjadi daratan yang tinggi karena dorongan tadi. Itulah terjadinya gunung dengan lobang diatasnya berupa kepundan. Coba kita lihat firman Allah berikut ini “Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.”. Ayat ini menyebutkan bahwa Allah meletakkan gunung-gunung. Yang disebut meletakkan adalah bahwa sebelumnya suatu benda dibawa lalu dipindahkan ketempat lain. Bila Allah meletakkan gunung artinya Allah membawa gunung itu dari tempat lain dipindahkan dan diletakkan dibumi. Gunung itu berasal dari langit, material gunung itu secara global berupa tanah dan batu. Alhasil, tanah dan batu itu bukan bawaan bumi sejak kejadiannya, melainkan ditambahkan oleh Allah dimasa ketiga sampai dengan keenam. Bila kita lihat puncak Everest di Himalaya-yang merupakan atap dunia-berupa bongkahan satu batu sebesar gunung itu yang menyebabkan para ilmuan bertanya bagaimana kejadiannya batu yang sangat berat dan besar itu bisa bertengger di ketinggian seperti itu.
 Bukti bahwa gunung itu merupakan jatuhan dari langit, bukannya hasil evolusi dari bumi adalah bahwasanya pulau atau gunung bergerak tidak diam ditempat. Jika memang asalnya dari hasil letusan dari kerak bumi dan menjadi satu dengan rangkaian dasar tanah, maka gunung tidak akan bergerak. Diketahui secara empiris bahwa benua Australia bergerak ke utara mendekati pulau Papua atau Irian. Pergerakan ini tentunya disebabkan karena lapisan bumi paling bawah di atas magma dengan lapisan tanah diatasnya memang bukan dari satu bahan melaikan bahan yang lain akibat jatuhan seperti meteor. Inipun juga telah disinggung oleh Allah dalam firman-Nya “ Dan kamu Lihat gunung-gunung itu, kamu sangka Dia tetap di tempatnya, Padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” ( An-naml ayat 88). “Dan gunung benar-benar berjalan.”( Ath-Thuur ayat 10).  Wallahu ‘alam.
Begitulah keunikan bumi yang tidak dimiliki oleh benda langit manapun. Bahan-bahan bumi terdiri dari materi-materi yang ada di langit yang terdiri dari milyaran galaksi,bintang,dan planet-planet. Dengan kata lain untuk menjadikan bumi dbutuhkan bahan-bahan seantero jagat alam semesta. Bahan itu diambil sedikit dan ditaburkan kebumi yang sampai sekarang dapat dinikmati oleh manusia. Ada pula planet besi sebagian hamparannya diambil untuk ditaburkan kebumi sebagai bahan logam yang sekarang sangat bermanfaat bagi kita. Begitu seterusnya hingga membuat bumi ini menjadi berbeda dari benda-benda langit dimanapun. Allahu Akbar.
Nah saudara-saudaraku sekalian patutlah kita memuji dan bersyukur kepada Allah Swt.yang telah menciptakan bumi ini dengan begitu sempurna dan atas semua nikmat yang telah diberikannya kepada kita. Semoga tulisan ini bermanfaat dan membuat kita lebih sadar akan kebesaran Allah.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

 

© 2013 SANTRI AKTIF. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top