Salam persaudaraan islam buat saudaraku sekalian.. Alhamdulillah kita
masih diberi kesehatan dan kesempatan oleh Allah Swt. sehingga masih bisa
merasakan nikmat Allah hingga saat sekarang ini. Setelah Allah menciptakan
semua infrastuktur kehidupan manusia sejak laukhul makhfudz hingga
malaikat yang tak terhitung jumlahnya, Allah memulai menciptakan langit dan
bumi. Membicarakan tata cara Allah menciptakan langit dan bumi, tentu saja sangat
bekaitan dengan teori ilmu pengetahuan mengungkap bagaimana terjadinya langit
dan bumi. Suatu kebetulan teori big bang yang di utarakan oleh
Kant-Laplace senada dengan Al-Qur’an, atau sebenarnya Kant-Laplace, dua orang
ini membaca Al-Qur’an sebagai referensi untuk mengemukakan teorinya. Teori big
bang itu dikemukakan dan dipertahankan disertasinya pada tahun 1796, sedangkan
Al-Qur’an telah ada lebih dari satu milenium sebelumnya. Banyak sebenarnya para
penemu itu hanya dengan mengkaji Al-Qur’an lalu mengemukakan suatu teori dan
diakui bahwa teori itu penemuanya. Kalau kemungkinan ini benar dan lebih masuk
akal, maka teori Kant-Laplace ini sepatutnya dijuluki dengan teori Al-Qur’an.
Setujuuuuu.......??????
Kebetulan pada tahun itu kondisi umat isalam sedang jatuh setelah
kekalahanya di Andalusia hingga tidak ada yang mengoreksi tentang temuannya
itu. Kekalahan itu membuat buku-buku atau kitab-kitab diangkut dan dimiliki oleh
Barat. Saat penemuan teori itu umat islam memang sedang terjajah oleh bangsa
barat yang sedang mengembangkan sayapnya menguasai dunia timur.
Saat pertama Allah menuju penciptaan langit dan bumi, Allah
menciptakan cikal bakalnya berupa kabut atau asap. Proses terjadinya bumi dan
langit bermula pada perputaran asap yang berbentuk gas yang semakin padat dan
saling merapat hingga terjadi ledakan besar. Ledakan itu mengakibatkan
terjadinya partikel-partikel yang lebih kecil yang nantinya menjadi bntang-bintang,
planet-planet yang berkumpul dalam galaksi-galaksi. Sejak ledakan besar itu
waktu telah dimulai dari nol dan bergerak sesuai dengan pergerakan cahaya yang
ditimbulkan dari ledakan itu. Hingga gugusan galaksi, nebula, dan sebagainya
telah bergerak pada keteraturan sesuai dengan perintah Allah, semua itu terjadi
dalam dua masa.
Apa yang
terjadi pada bumi dalam dua masa pertama itu? Untuk planet-planet lain, intinya
padam hingga tinggal tanah yang beku, sedangkan bumi saat itu berupa pijaran
inti bumi yang menyala seperti matahari yang memancarkan cahaya dan panas. Inti
bumi ini terus menyala hingga sekarang, terbukti dengan adanya lahar yang
keluar dari gunung berapi saat meletus. Permukaan bumi tidak beku karena
pijaran lava bumi itu mencapai suhu diatas 5.000 0C. Bumi merupaka
kejadian yang unik, kulitnya beku, tetapi intinya menyala. Lalu apa yang
terjadi dengan keganjilan ini? Jawabannya adalah firman Allah “Dan di antara
tanda-tanda-Nya (ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, Maka apabila
Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan
yang menghidupkannya, pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia
Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Fush-shilat ayat 39).
Bumi saat itu
diam tidak bergerak, dan berpijar seperti matahari yang mempunyai energi panas.
Lalu Allah menurunkan air yang berasal dari bawah Arsy dengan ukuran yang tepat
hingga menutupi bumi. “Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami
jadikan air itu menetap di bumi, dan Sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa
menghilangkannya.”( Al-Mu’minuun ayat 18). Pijaran lava yang amat panas itu
ketika ditimpa air yang sangat banyak menimbulkan ledakan-ledakan dahsyat dan
batas antara lava dengan air itu akhirnya menjadi kerak bumi yang amat keras.
Ledakan-ledakan itulah yang menjadikan kerak muncul menembus air yang akhirnya
menjadi pulau atau gunung. Kerak bumi yang terlalu tebal dan tidak cukup kuat
menembus air menjadi kantong tempat air menetap yang disebut laut atau
samudera. Ledakan akibat bertemunya air dan permukaan bumi yang berupa lava
yang amat besar dan serentak ini menyebabkan bumi bergerak yang disebut dengan
rotasi dan revolusi mengelilingi matahari. Sementara itu Allahpun meniupkan
angin ke bumi sebagai dasar dari mulainya ada kehidupan. Akibat dari rotasi
yang berkepanjangan dengan kecepatan yang tetap akhirnya menimbulkan listrik
statis yang melingkupi bumi. Listrik statis itu menimbulkan medan magnet yang
menarik benda-benda yang berada dalam jangkauannya, gaya tarik bumi ini lalu
disebut orang dengan nama gravitasi.
Mari kita lihat
lagi surah Fush-shilat ayat 10 “ Dan Dia menciptakan di bumi itu
gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan
padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu
sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.”. Dalam tahap kedua penciptaan
bumi, ayat tersebut menyebut Allah menciptakan gunung-gunung yang kokoh
diatasnya. Pertanyaannya bagaimana Allah menciptakannya? Banyak orang berpendapat
bahwa gunung terjadi akibat lava yang mendorong kerak bumi diatasnya seperti
yang telah disebutkan di atas. Tempat jebolnya kerak itu tentu menjadi daratan
yang tinggi karena dorongan tadi. Itulah terjadinya gunung dengan lobang
diatasnya berupa kepundan. Coba kita lihat firman Allah berikut ini “Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia
meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak
menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang.
dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala
macam tumbuh-tumbuhan yang baik.”. Ayat ini menyebutkan bahwa Allah meletakkan
gunung-gunung. Yang disebut meletakkan adalah bahwa sebelumnya suatu benda
dibawa lalu dipindahkan ketempat lain. Bila Allah meletakkan gunung artinya
Allah membawa gunung itu dari tempat lain dipindahkan dan diletakkan dibumi.
Gunung itu berasal dari langit, material gunung itu secara global berupa tanah
dan batu. Alhasil, tanah dan batu itu bukan bawaan bumi sejak kejadiannya,
melainkan ditambahkan oleh Allah dimasa ketiga sampai dengan keenam. Bila kita
lihat puncak Everest di Himalaya-yang merupakan atap dunia-berupa bongkahan
satu batu sebesar gunung itu yang menyebabkan para ilmuan bertanya bagaimana
kejadiannya batu yang sangat berat dan besar itu bisa bertengger di ketinggian
seperti itu.
Bukti bahwa gunung itu merupakan jatuhan dari
langit, bukannya hasil evolusi dari bumi adalah bahwasanya pulau atau gunung
bergerak tidak diam ditempat. Jika memang asalnya dari hasil letusan dari kerak
bumi dan menjadi satu dengan rangkaian dasar tanah, maka gunung tidak akan
bergerak. Diketahui secara empiris bahwa benua Australia bergerak ke utara
mendekati pulau Papua atau Irian. Pergerakan ini tentunya disebabkan karena
lapisan bumi paling bawah di atas magma dengan lapisan tanah diatasnya memang
bukan dari satu bahan melaikan bahan yang lain akibat jatuhan seperti meteor.
Inipun juga telah disinggung oleh Allah dalam firman-Nya “ Dan kamu Lihat gunung-gunung
itu, kamu sangka Dia tetap di tempatnya, Padahal ia berjalan sebagai jalannya
awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu;
Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” ( An-naml ayat 88).
“Dan gunung benar-benar berjalan.”( Ath-Thuur ayat 10). Wallahu ‘alam.
Begitulah
keunikan bumi yang tidak dimiliki oleh benda langit manapun. Bahan-bahan bumi
terdiri dari materi-materi yang ada di langit yang terdiri dari milyaran
galaksi,bintang,dan planet-planet. Dengan kata lain untuk menjadikan bumi
dbutuhkan bahan-bahan seantero jagat alam semesta. Bahan itu diambil sedikit
dan ditaburkan kebumi yang sampai sekarang dapat dinikmati oleh manusia. Ada
pula planet besi sebagian hamparannya diambil untuk ditaburkan kebumi sebagai
bahan logam yang sekarang sangat bermanfaat bagi kita. Begitu seterusnya hingga
membuat bumi ini menjadi berbeda dari benda-benda langit dimanapun. Allahu
Akbar.
Nah
saudara-saudaraku sekalian patutlah kita memuji dan bersyukur kepada Allah
Swt.yang telah menciptakan bumi ini dengan begitu sempurna dan atas semua
nikmat yang telah diberikannya kepada kita. Semoga tulisan ini bermanfaat dan
membuat kita lebih sadar akan kebesaran Allah.
Wassalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh...




