NUR ELPITA RAHMI
Sinar mentari begitu
cerah memancarkan semangat yang baru, burung berkicau bak melodi penambah
semangat. Suasana pagi nan indah. Ditambah embun pagi yang menyelimuti sebuah
desa yang nyaman itu. Terlihat orang-orang di desa itu melakukan akivitasnya
dengan semangat. Ada yang membersihkan halaman rumah, berolahraga pagi, duduk santai
di depan rumah, dan juga yang mulai berangkat untuk bekerja. Semangat itu juga
dirasakan oleh gadis yang sedang bersiap-siap untuk berangkat kesekolah. Gadis
yang kerap disapa Nia itu memang cantik, sopan, baik hati, ramah, dan tidak
sombong.
“Alhamdulillah, semuanya sudah siap, sa’atnya
berangkat JJ”
Ayaaaaah ibuuuuu Nia berangkat duluuu, ” nia salam pada kedua orang tuanya yang sedang
menyantap sarapan pagi.
“ kamu tidak sarapan dulu??? Tu tadi udah ibu
masakin nasi goreng kesukaan kamu” tanya ibu Nia.
“ enggak buu, takutnya ntar Nia terlambat
kesekolahnya” jawab Nia
“ makanya besok-besok harus lebih pagi lagi
siapnya, siap shalat subuh tu langsung bersiap-siap” kata ayah
“hehehehe iya ayah” Nia cengengesan
“ ya udh kamu bawa ja nasi gorengnya kesekolah,
ibu siapin yaa..” kata ibu
“ ok deeee buuu..J” jawab Nia dengan
gembira
Setelah ibu menyiapkan bekal itu Nia pun
langsung berangkat ke sekolah
“ Nia berangkat dulu ya yaaahhh, buuuu..
assalamu’alaikum..” sambil salam kepada kedua orang tuanya
“Wa’alaikumuss hati-hati ya naaak, baik-baik di
sekolah” pesan orang tuanya
“ ok bossss,,,, hehehe” nia pun berangkat
sekolah dengan penuh semangat
Nia memang hidup bahagia karena memiliki kedua
orang tua yang sangat menyayanginya. Walaupun kehidupan mereka sederhana, namun
kehidupan mereka penuh cinta dan kasih sayang
**
“haiiiiii nia,,,,J” sapa adi yang
tersenyum pada gadis itu
Menoleh kearah adi “ eh adii, hai mmmm semangat
bener pagi ni”
“iya doooooong, harus itu mah... hari yang baru
dengan semangat yang baru pula” balas cowok itu
“huuuuu gayamu dii diii, tu mah gayanya doank,
coba ja pas belajar, semangatnya langsung down, dan tidur di kelass” ledek nia
“eheeemmmm kok kamu tau????
Jangan-jangannnnnn,,,,, kamu sering merhatiin aku di kelasku yaaa????????????
Hayoooo” kata Adi
“ ah, Ge eR kamuuu, siapa jugaa yang mau
merhatiin cowok kayak kamu,”
“ mmm gak mau ngaku lagi. Hehehe” tambah Adi
“ yayayaya terserah aja deeee mo bilang kek
mana. Oh ya hari ni kalian ada ulangan kimia kan???? Kamu mangnya tadi malem
udah belajar???” tanya Nia
“Udah dooooonnnggggg.... malahan sampai jam 12
malam tadi aku belajarnya” jawab Adi
“ wah berarti ada kemungkinan dapat nilai
bagusss niiiii..”
“hehe insyaALLAH lah, mudah-mudahan aja kan
begitu. Do’ain aja lahhh” jawab adi
“ bolehhh, tapi kalau nilainya bagus dapat
traktiran gak ni??? Hehehehe” canda Nia
“ hehehe Niaaa Niaa maunyaaaa ditraktir, do’ain
aja lah dulu” jawab Adi
“mmmm bercanda puunnn Di. Pasti di do’ain kok,
masak teman sendiri aja gak dido’ain” tambah Nia
Nia asyik ngobrol dengan adi, cowok yang
kelasnya bersebelahan dengan kelas nia. Cowok itu tampan, tinggi, hidungnya
mancung mmmmm cocok dijadikan idola dech, terutama idola hati bagi nia. Dia
tinggal bersama neneknya di sebuah desa yang tak jauh dari sekolahnya itu.
Lebih tapatnya satu desa dengan Nia. kedua orang tua beserta kakak and adiknya
tinggal di perkotahan... karena ayahnya bekerja di sana. Namun Adi lebih
memilih untuk bersekolah di pedesahan.
Karena keasyikan mengobrol, tak sadar vina tlah
berdiri disamping nia, sejenak pembicaraan mereka terhenti...
“ciee cieeeeeeeeeee masih pagi gini dah asyik
aja nich ngobrolnya..... udah mau belll, sa’atnya memasuki kelas masing-masing,
bukan ngobrol di luar kelas. Ngobrolnya disambung nanti aja,, masih banyak
waktuu kaliiii” suara vina yang mengingatkan mereka bahwa bell sebentar lagi
kan berbunyi yang menandakan pelajaran pertama kan segera dimulai
“apaa sichhh vin???? Cie-ciean aja tahu kok lau
bell dah mau bunyi. Kami lagi bahas ulangan kimia puunnnn ” jawab Nia cemberut
“ lihat tuu vin, Nia nya tambah jelek kan kalau
lagi cemberut gitu????” canda Adi
“bener buanget tuh Di, dah jelek jadi tambah
jelek. Hehehe” tambah Nia sambil tertawa
“mmmmmm bahagia hati kalian yaaaa, bahagia kali
kek nya tertawain aku. Dah, masuk kelas yuk! Tuh dah bell.. jangan keasyikan
tertawain aku aja” ajak Nia
mereka
pun berjalan menuju kelasnya masing-masing sambil tersenyum satu sama lain,
vina hanya menggeleng melihat mereka
berdua
**
Suasana belajar mengajar pun dimulai seperti
biasanya. Masing-masing siswa belajar dengan semangat. Ada yang lagi mengadakan
ulangan, latihan, mendengarkan penjelasan guru, dan ada juga yang kelasnya
sedang melakukan pratikum.
hingga Bel pulang pun berbunyi, semua siswa pun
begegas untuk pulang,, di sebuah jalan terlihat beberapa siswa yang sedang
berjalan bersama untuk pulang sambil ngobrol karena mereka tinggal di Desa yang
sama.
Mereka asyiik bercanda, tawa ria.
“Eh beberapa tahun yang akan datang, namaku dah
panjang lloooo” suara Adi
“panjang?????? Nyampe 1 meter gak????” ledek Nia
“ hehe bukan gituu,, besok tuch nama aku dah
jadi prof. Dr. KH. Adi ramadhan hutama M.Sc” tambah Adi
“ hahaha Adi diiiiiiiii ngaur aja kamu nich,
abuya sains? abuya tuch kan memperdalam ilmu agama” balas Nia
“ suka-suka doooonnnngggg J, tulahhh aku yang bikin
sejarah besok sang abuya ahli sains heheheheh” Adi cengengesan
“ya ya ya ya duuuuunnniiiiiiiaaaaa khayalan” hahaha
ledek Nia
“ insyaALLAH kan jadi nyata” kata Adi
“mmm tapi niatnya kamu tu bagus kok, jadi orang
yang bisa menyebarkan agama ALLAH, lanjutkan dan tetaplah istiqamah dengan
niatmu itu” saran Nia
“ mmm ok ok,, do’ain aja lah Niaaa,
mudah-mudahan aja beberapa tahun yang akan datang keinginan kita masing-masing
tlah dapat kita capai” jawab Adi
“iyaa,,, amin ya RABB”
“Oh ya, kamu besok memangnya mau jadi apa????”
tanya Adi
“mmmm aku sich maunya jadi motivator, tapi itu
keknya sulit di capai deee diri sendiri aja belum terbenahi dengan maksimal.
Makanya aku mau jadi seorang guru aja. Agar bisa mengajar generasi bangsa J
” jawab Nia
“mmmm lau mau memotivasi orang lain sich mang
harus berawal dari diri sendiri dulu, tapi lau keinginan dan usaha kita kuat,
tu kan bisa di capai. Mmmm jadi seorang guru bagus tuu. Profesi yang mulia”
tambah Adi
“ iyaaa Adi kita lihat aja besok bagaimana masa
depan kita, yang pasti kita mesti tetap istiqamah, berusaha dan berdo’a” jawab
Nia
Mereka pun terus berjalan sambil berbincang-bincang.
Sepertinya pembahasan mereka makin seru membahas cita-cita di masa depan. Ya
setiap orang memang mempunyai cita-citanya masing-masing. Sama halnya dengan
mereka yang memiliki cita-citanya yang hendak mereka capai.
**
Mereka memang sering bercanda, akrab, berteman
baik andddd tanpa disadari perasaan yang aneh muncul di hati Nia,,,malam itu
dia berbaring melepas lelah di kamarnya, tak tahu kenapa, dia gelisah,
fikirannya selalu mengarah pada cowok itu, DEG........ detak jantungnya gak
karuan.. langsung dia meraih sebuah buku lucu yang berwarna pink tempat ia
biasannya menulis suasana hatinya dan mengambil sebuah pena yang bertinta merah
yang berada di atas meja belajarnya segera ia menulis kata demi kata
” ya
RABB............... kenapa ini, rasa apa ini???? Mungkinkah aku jatuh cinta
padanya ???? ini harusnya tak ku rasakan sekarang. Dia dan aku berteman baik,
tapi kenapa rasa ini muncul???? Dia sosok yang baik, tampan, dan menyenangkan.
Tapi tetap saja belum sa’atnya aku merasakan ini.. ya rahim..... jagalah hatiku
dan hatinya, jangan sampai kami merasakan cinta yang salah, cinta yang tak
didasarkan oleh cinta pada-Mu ya RABB. Biarkan cinta ini mengalir mengikuti
seiring dengan berjalannya waktu. Hingga tiba di sa’at cinta itu menjadi indah”
Tak tak tak
jam kitty putih berdetak tak sadar udah jam 9.15, Nia pun menutup
bukunya dan bergegas untuk berimajinasi di alam mimpi. Memang seusia Nia wajar
kalau merasakan perasaan yang dikatakan orang-orang itu dengan sebutan “CINTA”
. karena rasa cinta itu pasti ada pada makhluk yang bernyawa. Namun hendaknya
cinta itu dalam artian positif, cinta yang membawa kearah yang lebih baik.
Terpenting lagi hendaknya itu didasarkan
cinta pada ALLAH. Itu lah yang hendak dirasakan Nia, merasakan cinta
kerana ALLAH, dan hanya menjadi sebatas perasaan saja yang kan membawanya
kearah yang lebih baik. Hingga pada waktu yang tepat itu akan menjadi indah
**
Hari-hari yang dilalui Nia memang indah, penuh
tawa. Apa lagi di sekolah sering bercanda dengan Adi dan teman-teman
lainnya.pertemanan yang indah. Namun pagi itu Nia merasa heran, Adi tak kunjung
menampakkan batang hidungnya, karena biasanya dia tak pernah come to late.
Hingga bell pun Adi belum terlihat. Nia pun langsung menanyakan Adi pada
sepupunya Adi yang kebetulan sekelas dengan nia
“ eh riii Adi mana??? Kok dah jam segini belum
nongol?????” penuh heran
“cieeee cieeee kangen dia yaaaa???” jawab Rio
“ apa sichhh ri??? Cie cie an aja. Adi
mana?????”
“ hehehe dia pindah ke tempat ortunya dan
sekolah di sana, dia nitip salam and pesan ama kamu, katanya ma’f gak sempat
ngabarin”
“ kok dia mendadak pindah,?? Kan sepertinya dia
betah banget di sini” tanya Nia
“ya mungkin dia ga bisa lama-lama jauh dari
orangtuanya” jawab Rio
“ owh makasih yaa” kata Nia dengan ekspresi
kecewa. Rio hanya tersenyum
Sekolah sepertinya jadi agak sepi yang dirasakan
Nia. Soalnya, biasanya tuh si Adi yang bikin seru, candaannya tu seru banget,
buat Nia dan teman-teman lainnya tertawa. Adi sich orangnya agak humoris. Namun
sepertinya candaan itu tak kan di lihat lagi oleh Nia karena Adi sudah pindah.
**
Nia tak dapat menghilangkan kesedihannya dengan
sekejap, malam itu Nia kembali meluapkan
suasana hatinya ke buku pink lucunya itu... yaaa sekarang isi hati yang ingin
ia luapkan di buku dearynya itu tentu saja perasaan kecewa dan sedih. Ia pun
mulai menuliskan semua itu
“dear deary
Hari ini tak tahu kenapa begitu sulit menghilangkan kesedihan
ini, tak lama aku merasakan bahagia bisa mengenalnya, bahkan merasakan apa itu
cinta. Namun dengan sekejap bahagia itu sirna. Dia pergi dan tak tahu kapan kan
kembali. Entah kan menemukan hidup yang baru di sana, jelas juga cinta yang
baru. Andai bisa ku pinta, maka mungkin ku kan meminta agar dia tetap disini.
Ya RABB...... bolehkah ku sedih kerana hal ini???? Wajarkah aku
memikirkan hal ini??? pantaskah aku berharap dia kembali kesini??. Aku hanya ingin merasakan yang namanya
bahagia. Bahagia mengenalnya, bahagia
berteman dengannya, bahagia karena candaannya, dan bahagia merasakan cintanya..
kini ku hanya bisa berharap suatu sa’at nanti bahagia itu memihak padaku
kembali..”
Semenjak itu hari-hari Nia memang tak indah
seperti biasanya,tawa riangnya tak seindah dulu. Dan semenjak itu pun dia tak
melihat Adi, terkadang sewaktu Adi pulang kampung, dia hanya melihat sekejap,
dan tersenyum, tak sempat mengobrol seperti biasanya.. memang jauh berbeda
dengan Adi yang ia kenal dulu. Dia tak melihat sosok Adi yang berteman baik
dengannya dulu, candaannya yang lucu seperti dulu. Seperti orang yang tak
saling mengenal dekat seperti dulu. Itu jelas saja membuat Nia makin kecewa
dengan perubahan sikap Adi. Sejak itu Nia mencoba melupakan Adi. Menikmati
hidupnya sekarang, yang pasti indah bila di syukuri.
Hingga setahun kemudian, pas moment lebaran
Kring kring kriiiinng suara cellphone Nia
menandakan sebuah pesan. Nia langsung membuka message tersebut. Terlihat
Adi ramadhan hutama
“ ane ntar mo balik,
ane mampir sekarang kerumah ukhti yaaa”
DEG..... jantung
Nia berdetak lebih kencang, memang terkadang mereka sms-an. Dan mereka saling
memanggail akhi dan ukhti. Dan juga sekarang Adi lebih alim, secara gitu dia
dah jadi kader dakwah. dia merasa sangat senang karena orang yang selama ini ia
harapkan mau mampir ke rumahnya. Tapi dia takut dan segan karena Adi mau mampir
malam. Segera ia balas sms Adi
“ sekarangkan udah
malem.. lebih bagus akhi mampir besok aja gak???”
Tak lama kemudian cellphonenya kembali berbunyi
menandakan sebuah pesan
“ane baliknya malem
ni juga ukhti. Jadi bisanya mampir malem ni. Ane dah nyampe depan rumah bg rino
nich sama rio..”
Ternyata adi dah sampai didepan
rumah tetengganya Nia. Melihat pesan itu Nia langsung menanyakan pada orag
tuanya. Dan orang tuanya mengiznkannya karena sa’at itu masih moment lebaran.
Segera ia balas message itu
“
ya udh akhi, kerumah aja skrng”
Sekejap
setelah Nia mengirim pesan itu, Adi pun tiba dirumah Nia.
Sa’at
itu mereka memang tak banyak bicara.hanya senyum manis yang terukir.
“
ya RABB..... seperti ada rasa yang berbeda di mata insan ini... apakah yang
terlihat itu cinta??” suara batin Nia
Segera
ia tepis pikiran itu, karena ia tak mau banyak menafsirkan itu yang akan
membawa kekecewaan nantinya. Tapi Nia tak bisa memungkiri rasa bahagianya
melihat insan itu. Setelah Adi pulang pun mata itu seolah masih terlihat jelas
oleh Nia. Membuatnya jatuh cinta untuk kesekiankalinya pada insan yang sama.
**
Sejenak
ia agak dikagetkan dengan sebuah mesage yang diterima di cellphonenya
Adi
ramadhan hutama
“Udah
lama gak ketemu, skali lhat, subhaanALLAH ukhti makin manis aja, makin
shalehah,pintar,ramah pula lagi. Karena itulah tak banyak kata yang bisa ana
ucap tadi ukhti”
Melihat
itu detak jantug Nia seolah terhenti sejenak, menjadi tak karuan. Segera ia
balas pesan itu
“
hehe jd ke geeran, bisa aja akhi nich. Akhi juga, makin perfect aja..”
Tak
lama kemudian Nia mendapat balasan pesannya
“
beneran ukhti. Kalau waktunya udh tepat nanti semoga kita dipertemukan oleh
ALLAH dalam konsep dan suasana yang berbeda ya???”
Nia
segera membalas
”amin
ya RABB. Semoga ja ya akhi. Tapi maksud dari dari konsep dan suasana yang
berbeda tu apa ya akhi???”
Tak
lama, Nia pun mendapat balasannya
“
maksudnya tu, semoga ukhti lah tulang rusuknya ana. Dan menjadi makmum di
kehidupan ana nantinya bila Allah tlah mengizinkan nanti. Kira-kira ukhti
setuju dan bersedia??”
mahabbah
Nia pada Adi pun semakin teranam dalam melihat message dari insan yang selama
ini ia harapkan itu. Segera ia balas
“
amin ya ALLAH. Iya akhi insyaALLAH ana bersedia. Semoga aja akhi menjadi imam
yang akan menuntun ana menuju jannah nantinya. Setelah kita tlah berhasil
membahagiakan kedua orangtua kita”
Beberapa
menit kemudian ia pun mendapat balasannya
“Amin
ya RABB. Semoga aja ya ukhti. Sekarang kita sungguh-sungguh pada tujuan
membahagiakan orangtua aja lah dulu, hingga nanti kita dipertemukan pada waktu
yang tlah ditakdirkan. Ana nunggu ukhti, tunggu ana diwaktu bahagia itu ya
ukhti!!!!”
Nia
pun segera membalas,
“
ok akhiii. Ana kan tunggu akhi hingga waktu bahagia kita kan terwujud. Saling melengkapi
mengarungi bahtera kehidupan dengan penuh rasa cinta pada sang Khalik”
Memang
tak ada kata pacaran antara mereka, hanya janji untuk masa depan yang
terucap. Mahabbah antara mereka pun
hanya sekedar pelengkap perasaan mereka saja, hingga harapan mereka terwujud
pada waktunya. Kini Nia dan Adi sama-sama dalam penantian waktu bahagia mereka
kan terwujud
Created by:
Nurel rahmy
fralner